Nusantara Bar Takeover. Celebrating the Beans, People, and Skills Behind Indonesian Coffee Culture.

Somewhere along the way, we started believing that good coffee had to come from somewhere else. Mungkin karena kemasan yang lebih menarik. Mungkin karena nama yang terdengar lebih jauh, lebih asing, terasa lebih istimewa. Pelan-pelan, kita lupa bahwa yang kita cari sebenarnya sudah lama ada, tumbuh di tanah yang sama dengan tempat kita berdiri dan dilahirkan.

Di Nusantara Bar Takeover, kami menyerahkan bar kami kepada Felix Sebastian, berkolaborasi dengan Roast Assembly, untuk satu sore yang didedikasikan sepenuhnya bagi warisan kopi Indonesia.

Tidak ada yang buru-buru sore itu. Felix berdiri di balik bar, menyeduh satu per satu, menjelaskan asal setiap biji, dari kebun mana ia datang dan tangan siapa yang merawatnya sebelum sampai ke cangkir. Setiap seduhan disesuaikan dengan siapa yang memintanya, lebih ringan untuk yang baru mulai menyukai kopi hitam, lebih penuh untuk yang sudah lama akrab dengan rasa pahit. Bukan satu resep untuk semua orang, tapi satu percakapan untuk setiap cangkir.

Yang menarik dari sore itu bukan hanya rasa. Ada semacam pengingat halus, bahwa Indonesia adalah salah satu penghasil kopi terbaik di dunia, dan selama ini kita hanya perlu orang yang tepat di balik bar untuk mengingatkan kita akan hal itu. Bijinya sudah ada. Kecakapannya sudah ada. Ceritanya sudah ada. Kadang yang kurang hanya ruang untuk mendengarnya.

Mereka yang datang membawa rasa ingin tahu, dan pulang dengan cara pandang yang sedikit berubah terhadap sesuatu yang selama ini dianggap biasa saja. Ada yang mengira kopi lokal selalu berarti kompromi. Sore itu, gelas demi gelas perlahan membuktikan sebaliknya.

Nusantara Bar Takeover terasa sejalan dengan alasan The Living Room ada sejak awal, bukan sekadar tempat menyeduh kopi, tetapi ruang untuk memperlambat langkah, mendengar cerita di balik setiap cangkir, dan menghargai apa yang sudah dekat sebelum mencari yang jauh.

Kalau suatu hari kamu ingin melihat kopi Indonesia dari sudut pandang yang berbeda, semoga kita bertemu di bar yang sama.